Rabu, 28 Oktober 2009

Kata-Kata Kasar

copas dari milis tetangga

Saya bersenggolan dengan seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat..
"Oh, maafkan saya" adalah reaksi saya.
Ia berkata, "Maafkan saya juga; Saya tidak melihat Anda."
Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan. Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.

Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda.

Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh.
"Minggir," kata saya dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.

Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan berbicara padaku,
"Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu." "Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu."

Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes. Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya,
"Bangun, nak,bangun," kataku. "Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku?"
Ia tersenyum, " Aku menemukannya jatuh dari pohon. Aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru."
Aku berkata, "Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu; Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi."

Si kecilku berkata, "Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu. "

Aku pun membalas, "Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru."

Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka. Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan?

Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas? Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?

Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.
FAMILY =
(F)ather
(A)nd
(M)other,
(I),
(L)ove,
(Y)ou.

mom..dad...i luv u...muach

Semangaaattt,
-sEn-

Motivasi dari Mario Teguh...

Mario Teguh

Anda tidak bisa memulai sesuatu dari tempat yang belum ada.

Maka,
janganlah mensyaratkan sesuatu yang belum ada untuk mencapai yang Anda inginkan.
Entah mengapa, ada keengganan pada banyak orang untuk memulai pekerjaan yang kecil dan yang sederhana, dan sebagai gantinya – mereka berandai-andai bahwa mereka akan mencapai ke
...berhasilan yang besar – jika mereka memiliki modal besar, kewenangan besar, dan diberikan kesempatan. Padahal, semua modal besar dibangun mulai dari keuntungan kecil dari pekerjaan kecil. Padahal, semua kewenangan besar dibangun mulai dari keberhasilan kecil dalam tanggung-jawab kecil. Padahal, semua kesempatan besar dibangun mulai dari kesempatan kecil yang dihormati dan disyukuri dengan kerja keras.

Maka,

Janganlah mensyaratkan sesuatu yang belum ada untuk mencapai yang Anda inginkan. Mulailah dari yang ada.
………..

Sahabat kita ini sedang sibuk secara mental dan fisik dalam melayani pelanggannya, di bisnis kecil yang dijalankannya di pinggir jalan, di dekat tempat kami menginap di Padang. Hati yang penyayang akan tersenyum damai dan bangga menyaksikan saudara kita ini mengabaikan semua persyaratan yang diajukan oleh banyak rekan kita yang lebih terdidik – untuk memulai bisnis mereka sendiri. Berapa banyak di antara kita yang belum memulai rencana kemandirian hidupnya, karena semua syarat yang ditetapkannya untuk memulai – belum tersedia? Atau yang lebih parah lagi, ada yang belum memulai karena belum ada yang menyediakan semua persyaratan itu untuknya.
………..

Jika bukan Anda, siapa?

Dan jika tidak sekarang, kapan?
………..

Janganlah mensyaratkan sesuatu yang belum ada untuk mencapai yang Anda inginkan. Mulailah dari yang ada.
……..

Marilah kita terima dengan ikhlas, bahwa
berpikir logis adalah juga sifat pribadi yang beriman.
………..
Marilah kita mensyukuri yang telah dikaruniakan kepada kita. Mulailah dari yang ada.
………

Sahabat Indonesia yang baik hatinya, Semua yang besar dicapai melalui pendaya-gunaan dari sekecil-kecilnya sarana dengan sebesar-besarnya kesungguhan.

Dream big, start realistically, and stay the course!

Loving you all as always,
Semoga bisa memotivasi kita semua.

Senin, 26 Oktober 2009

Perjalanan Cinta Sahabatku..

kemarin sahabatku memberi kabar, klo dia dlm kondisi yg ketakutan. tau knp..?? karena mantan pacarnya menemukannya setelah setaon melakukan pencarian. ketemunya di fesbuk pula. yach, temenku jg sie yg kurang waspada, dia menggunakan nama aslinya di fesbuk pribadinya. jd dengan gampangnya orang pasti akan menemukannya. tp ga salah temenku jg kan, dia sebagai pengguna fesbuk kan berhak menemukan temen2nya yang selama ini loss contact. mungkin ini pas apesnya aja, mantannya menemukannya.

sebut saya temanku itu Mawar, dan mantannya itu Duri. percintaan mereka sedikit banyak ak ketahuilah, karena Mawar menceritakannya padaku. walaupun mungkin ga terlalu detail. mereka berpacaran sejak mawar masih SMU. Duri kakak angkatannya gitu. lanjut mpe kuliah mpe kelar, mpe Mawar kerja ditempat ak kerja pula. Ak karyawan baru, dan dia seniorku. mgkn karena qt seangkatan jadinya jadi akrab, n mengalirlah cerita kehidupannya, termasuk perjalanan cintanya.

Konon sie, hubungan mereka banyak ditentang oleh banyak orang, termasuk keluarga dan sahabat dekatnya. Pas kuliah bahkan temen2nya pada kurang suka dengan kehadiran Duri di tengah2 mereka. tp namanya aja cinta, "anjing mengonggong kafilah berlalu" mungkin itu pikiran Mawar atas ketidaksetujuan org2 terdekat atas hubungannya dengan Duri. Gimana sahabat2 Mawar ga jengkel, selama Mawar jalan sama Duri seolah2 dunia hanya milik mereka. Mawar tidak diperkenankan pergi dengan kawan2nya. betapa tersiksanya Mawar mempunyai pacar yg posesif dan inginnya mengatur kehidupannya. segala kegiatan harus seijin Duri, segala acara Mawar harus dihadiri pula oleh Duri. ddduuuuuuhhh..mana tahan. klo ak yg ipacarnya Duri, udah jauh2 hari ak buang ke laut, hehhehheheeee....

lalu terdengar berita klo hub mereka kurang harmonis, kami tentu saja menyambutnya dengan gembira. mgkn mawar kurang suka dengan reaksi kami, tp bagaimana lagi ya..daripada melihat Mawar yg seperti kerbau dicongok hidungnya, mendingan melihatnya putus dari Duri. hingga tiba2 di suatu malam minggu, jam 7 malam kurang agaknya, Mawar datang ke kosanku dianter oleh Ayahanda tercinta. Dia pamitnya sie ada acara kantor..tp dia langsung terisak2, dia mau ke jakarta, mintol ke ak utk mengantarnya ke stasiun kereta. untung kala itu pacarku (baca : hubby) ada di kosan. Lagi ngapel gt, namanya aja malam minggu (aslinya sie terganggu juga acara kencan qt...xiixiii, nggak dink sista...). Mawar mau ke jakarta, mau membereskan hubungannya dengan Duri, sambil cerita sambil berindia2an..(baca : nangis bawang bombai, hehheheh). Ceritanya mengalir dengan sempurna (sori pren, kali ini off the record yak). selanjutny, pacarku dengan sukses mengantar Mawar mpe stasiun dengan selamat (inget ga sist, naik kereta apa..?? xixixiixiix..)

setelah urusannya dengan Duri kelar, Mawar pun melanjutkan kehidupannya ya yang sempet dipenjara. tapi tu Duri emang cowok cemen, dia selalu mengganggu Mawar. dengan teror2nya, sms yg menurutku menuju kemusrikan. sampai2 Mawar mengganti nomor hape-nya demi menghindari teror Duri. tapi eng..ing..eng...gantian nomor hape-ku dech yg kena sasaran. Duri sms ak, minta tlg buat nyadarin Mawar (emang km pingsan ya sist..xixiixix..). Duri beranggapan klo dirinya-lah yg pantas mendampingi Mawar, bahwa tak seorang pun yg pantas menggantikan posisi-nya disisi Mawar.. ini nich salah satu bunyi sms-nya :
"kau akan tau siapa Mawar sebenarnya, semoga dibukakannya hati dan pikirannya. akulah yg tulus mencintainya.tanyakan siapa imam-nya, siapa penuntunnya. Doakanlah Mawar"
hahahhaha...sotoi bgt kan tu Duri. Imam n penuntunnya Mawar so pasti Allah SWT tho ya...gitu aja kok tanya....wikikikikikk...
tau kenapa sms Duri masih ak simpen..? buat jaga2 aja.sapa tau ak diapa2in ama Duri, kan ak pny bukti otentik gt.sedia payung sebelum kehujanan gt ceritanya..

klo toh sekarang akhirnya Duri menemukanmu, Mawar... jangan pernah takut..jangan pernah terpuruk. jangan jadikan dia, org yg TIDAK PERNAH memberimu keuntungan, menjadi penyebab berakhirnya duniamu, menjadi penyebab hilangnya senyum di wajahmu. Keep smile girl, ada aku, sahabat2mu yg mendukungmu, ada mantan2mu yg lain yg membelamu.

jika kemarin2 dia menangis ketika curhat akan kehadiran Duri sekarang2 ini, maka sekarang ak bisa lega. karena sahabatku sudah bs tersenyum, sudah bs menata hidupnya lagi. Pun karena ak yakin, ada banyak sahabat2nya yg dekat dengan dia, yg bisa memberi saran dan perlindungan buatnya, yg mungkin blm dapat ak berikan secara langsung (pan sekarang ane di kudus nyak...xixiixixi...). terbukti dengan smsnya yg ak terima :
"awalnya ak takut, sampe keringat dingin, ak takut bakalan ada keburukan datang ke ak, ak takut dipermalukan, dll. ngerasa sendiri ngadepin ini. tp abis cerita ke ibu trus shalat kemarin, aq jadi ngerasa ga sendiri, ak punya saudara2 dan temen2 yg bs belain ak..dan yg pasti ak punya Allah yg jaga ak. klo gini ak keburu pengen pendamping, biar bs nemenin ak dan selalu ada buat ngelindungin ak...sedih dech"

Yup sist...the Show must go on... hadapi aja Duri-mu itu. Dimana2 antara "Mawar" dan "Duri"-nya ga pernah bersatu. karena jika dipersatukan, Duri akan merusak keindahan Mawar. Ok girl....ak..kami...dan kita..akan tetap ada...Muachh...

buat sahabat2ku yg lain, nitip Mawar ya..maaf ak hanya bisa bantu dari jauh.. jarak memisahkan qt kan guys.. kapan nie qt ngumpul2 bareng,,,karaokean atau sekedar kumpul2 gt....

dari cerita sahabatku ini, ak nitip pesen buat para cowok2, yg ngakunya ga tega menyakiti hati seorang wanita..pliz...jangan pernah mengganggu kehidupan mantan2nya..jadilah sahabatnya..ikhlas dengan episode cinta yang Sad Ending...Not happy ending..
buat para perempuan tangguh...jangan pernah merasa dunia berakhir akibat cinta yg kandas, jangan pernah merasa takut utk menghadapi para mantan yg rese..okay2...
then..buat hubungan yg harmonis dg sahabat...teman di kala suka dan duka (tp aslinya sie teman di kala duka dan duka...hahhahhahhaha...).

Semangat,
sEn

Kamis, 17 September 2009

Buat Lulur yuukss...

copas dari milis ya....


Kulit Tubuh Halus, Mulus Dengan Gula dan Garam

Memiliki kulit yang halus dan mulus adalah dambaan bagi semua wanita. Tidak hanya kulit wajah yang dirawat, tetapi kulit tubuh pun membutuhkan perhatian yang sama. Ada berbagai cara yang para wanita pilih untuk mempertahankan keindahannya. Mulai dari mandi setiap hari, lulur, massage, sampai berendam dengan ramuan tertentu.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan cara luluran. Perawatan tubuh dengan lulur telah dikenal sejak nenek moyang. Lulur cocok digunakan untuk perawatan kulit tubuh bagi yang tinggal di iklim tropis karena berudara panas, yang dapat menyebabkan kulit tubuh dengan mudah terkena sengatan matahari dan kotoran keringat.

Lulur bermanfaat untuk menghilangkan semua kotoran atau iritasi karena efek dari iklim tropis tersebut dan kulit bisa menjadi lebih halus, mulus, lembab, lembut dan bersih.

Banyak sekali lulur tubuh yang di jual di pasaran. Tetapi, Anda juga bisa membuatnya sendiri koq, tanpa harus keluar banyak uang, lebih aman, dan khasiat terjamin lagi. Anda bisa memanfaatkan bahan-bahan dari dapur Anda sendiri.


caranya :

a. Campurkan 2 sendok makan garam halus, peras 1 buah jeruk nipis yang sudah dipotong-potong, dan 7 lembar daun sirih yang sudah diremas-remas.

b. Tuangkan 1 gelas air beras.

c. Tuangkan 8 sendok makan gula pasir.

d. Aduk bahan-bahan tersebut sampai rata memakai tangan.

e. Oleskan ramuan lulur gula dan garam ke tubuh, mulai dari punggung dengan gerakan memutar.

f. Lakukan hal yang sama pada kaki.

g. Setelah itu, dilap dengan menggunakan handuk basah.


semoga bermanfaat...

semangat,

-SeN-

Minggu, 09 Agustus 2009

Test Online CPNS Depperin (Tahap-1)

alhamdulillah.....kelar jg test cpns sore ini. jam 16:32 tgl 9 agustus 2009 hari minggu tepatnya. semoga aja yang terbaik diberikan oleh Allah SWT, karena lolos nggaknya aku tetap ada campur tangan dari Sang Penguasa Alam. ak hanya berusaha, berdoa...selanjuatnya pasrah, dan menerima apapun hasilnya dengan ikhlas...Insya Allah...

abis ini mau jemput Ndra, coz jagoanku itu ak titipin di rumah mertua..hehhee... tp tetep diawasi ama Ayahnya kok...tunggu Ibu ya...muach...

semuanyaaaaa....doakan ak ya.....

semangat,
-SeN-

Kamis, 06 Agustus 2009

Andra-1


ini jagoanku..Andra panggilannya, lengkapnya sie Narendra Adhyta Kurniawan. foto ini usianya blm genap setaon . Lahir 20 April 2007 ba'da maghrib gitu...

Kata Narendra dari Uti-nya. kala itu kami kebingungan mo ngasih nama apa buat Jagoan kita, trs pagi2 Uti blg sama diriku, "gimana klo Narendra aja?". kata beliau sie kata itu muncul ketika beliau Shalat Tahajud. Artinya Raja kurang lebih, semoga ntr jagoanku bs jadi Raja, yg baik n bijaksana, adil..minimal bagi dirinya sendiri..
klo Adhyta itu singkatan dari "Anak Adhy Shinta" (narsis juga emak-nya yaw...hehhehe). klo kurniawan mah Marga dari Ayah-nya..nerusin keturunan aja...tp artinya juga ga kalah bagus kok.

mungkin artinya begini, Narendra Adhyta Kurniawan, merupakan Anak dari Pasangan Adhy dan Shinta, kelak semoga menjadi Raja yang dapat membuat Karunia kepada semua orang, amiiin..Ya Robbal'alamiin..

Cerpen-1

hohohoo..mencoba untuk membuat Cerita Pendek..sebenarnya udh lama ak seneng dengan dunia tulis menulis..udah ada beberapa jg Cerpen yg lahir..cm sekarang ntah dimana keberadaannya.. sekarang mencoba untuk memulai lagi...jangan lupa saran atau kritiknya yaaaa....


Tentang Sari...

Di Aula Sekolah sebuah SMU sedang diadakan rapat untuk pemilihan pengurus Mading sekolah, di mana Aku dan Sari yang menjadi kandidat untuk mengisi posisi sebagai Ketua Mading. Fiuhh....Aku menghela nafas dalam diam. Sari bukan orang baru di dalam kehidupanku. Dulu kami satu sekolah di SLTP. Dan kami teman akrab...akrab sekali. Di mana ada aku, di situ ada Sari. Lulus SLTP pun kami meneruskan di SMU yang sama. Pada awalnya hubungan kami masih akrab walaupun tidak satu kelas. Keakraban itu mulai renggang tatkala aku mempunyai pacar bernama Bagas, sang Briliant di sekolah kami. Selain pintar, Bagas juga cukup ganteng. Mulanya hubungan kami baik-baik saja, dan entah kenapa hubungan kami bertiga yang semula bersahabat mulai renggang. Hal itu karena Sari ternyata menaruh hati kepada Bagas. Dan saat itulah Sari mulai dingin terhadapku. Entah karena kehadiran Sari atau memang karena sudah tidak cocok akhirnya aku dan Bagas pun memilih berpisah. Tapi meski sudah lepas dariku, ternyata Sari tidak berhasil menaklukkan hati Bagas, sampai akhirnya Bagas meninggalkan sekolah karena dia lebih memilih mengambil beasiswa untuk meneruskan sekolahnya di luar negeri. Dan sekarang....aku harus berhadapan dengan Sari lagi...Hmmfffhhh...hela ku.

“Baiklah teman-teman, sekarang waktunya untuk memberikan suara kepada ke dua teman kita. Tolong pilihan kalian ditulis dan dikumpulkan ke depan”, Bram Sang Ketua OSIS memberi perintah.

“Tenang ya Anggun, kita pasti dukung kamu kok”, kata Sheila sahabatku. Aku hanya bisa tersenyum. Sesaat aku menoleh kepada Sari, tapi yang ku dapat hanya senyum sinisnya. Tuhan...kenapa dia masih bersikap seolah-olah aku musuhnya. Padahal aku sudah sangat merindukannya, rindu akan kebersamaan kami, rindu akan persahabatan kami. Apa hanya karena Bagas Tuhan...atau karena ada hal yang lain.??

Suasana Aula mendadak ramai saat Bram memberi tahu bahwa waktu untuk memberikan suara kepada kedua calon kandidat telah habis. Suara mereka terbagi menjadi dua kubu. Ada yang Pro Anggun dan tentunya Pro Sari. Satu sekolahan tahu bahwa antara Aku dan Sari sudah lama ada perang dingin. Aku sejujurnya merasa risih jika di katakan bermusuhan, karena aku tidak pernah menganggap kalau Sari adalah rivalku. Ah Sari, aku merindukanmu...batinku.

“Baiklah teman-temen, waktu untuk memberikan suara telah habis. Sekarang waktunya untuk penghitungan suara”, kata Bram. Setelah 30 menit berlalu, ternyata yang berhak menjadi Ketua Mading tahun ini adalah diriku. Tuhaaaaaan....kenapa harus aku..?? Aku rela kalau Sari menjadi ketuanya jika itu bisa membuat persahabatan kami kembali baik. Seperti yang ku duga, Sari tidak terima dengan kekalahannya.

“Sudahlah Anggun, kamu memang lebih pantas menjadi Ketua Mading daripada Sari. Buktinya temen-temen lebih memilih mu daripada Sari kan?”, ucapan Sheila menetramkanku.

“Iya shei, aku tahu. Tapi tadi kamu lihat kan tatapan Sari tadi. Aku nggak tau harus bagaimana lagi untuk memperbaiki hubungan kami. Aku lelah Shei”, jawabku.

“Kita doakan saja ya, semoga Sari menyadari kesalahannya selama ini. Tuch, kamu di tungguin Bram. Kasihan dia kalau harus lama menunggu”, goda Sheila.

“Iiihhh....apa-apaan sih kamu?’, elakku. Malu juga karena perasaanku di ketahui Sheila, walaupun dia sahabatku.

“Alaaaa.....sok pakai acara malu segala. Dari perhatian Bram aku tahu kok kalau dia menaruh hati padamu”, kata Sheila.

“Tapi kamu tahu kan Shei, kalau Sari juga mengejar Bram. Aku nggak mau kalau bersaing lagi dengan Sari Shei. Aku rela mengalah kalau itu membuatnya bahagia”, jawabku sedih. Karena jujur, aku juga menyukai Bram, dan sering berharap suatu saat Bram mengatakan kalau dia juga menyukaiku. Tapi semenjak aku tahu kalau ternyata Sari menaruh hati pada Bram, sedikit demi sedikit aku menghindar dari Bram walaupun itu menyakiti ku. Dan aku lihat beberapa minggu ini Sari dan Bram semakin akrab. Mereka terlihat sering berdua.

“Kamu rela melepaskan Bram padahal kamu menyukainya ? Jujurlah Anggun, apakah. kamu benar-benar rela..? Kamu nggak ingin memperjuangkan cinta mu..? Sudahlah...ayo kita temui Bram. Kasihan dia..”, kata Sheila. Sebelum kami melangkahkan kaki menemui Bram, kami melihat Sari mendatangi Bram. Lalu mereka berbicara berdua, dan sesaat kemudian mereka melangkah keluar dari ruangan. Sekilas Bram melihatku, tapi dengan segera aku melepaskan pandanganku ke arah yang lain. Tuhan...ternyata hati ini sakit melihat kebersamaan mereka.

“Sudahlah, yuk kita bergabung dengan teman-teman yang lain. Mereka pasti ingin memberimu selamat”, hibur Sheila. Dan aku pun mengikuti langkah kakinya menuju teman-teman ku yang lain. Aku ingin melupakan kesedihanku walaupun sesaat.

Sebulan semenjak pemilihan itu aku di sibukkan oleh kegiatan mading sekolah karena minggu depan akan di adakan Lomba mading antar sekolah. Sebenarnya aku memasukkan nama Sari ke dalam kepengurusan mading sekolah ini. Tapi entah kenapa dia mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas. Ach, masa bodohlah..pikir ku saat itu. Ternyata kesibukanku dalam menyiapkan lomba mading ini semakin menjauhkanku dari Bram tanpa ku minta. Pulang sekolah Aku langsung memimpin rapat, kalau tidak rapat ya hunting bersama pengurus yang lain untuk mencari bahan yang akan di masukkan ke dalam mading. Mungkin Bram sudah jenuh menungguku yang terkadang beralasan yang terlalu mengada-ada. Dan entah darimana sumbernya berita itu sampai juga ke telingaku. Ya, Sari dan Bram pacaran. Tuhan...ingin rasanya aku menangis. Tapi bukankah ini sudah keputusanku..??

“Anggun...”, panggil Bram ketika kami bertemu di kantin. “Aku ingin bicara sebentar denganmu”, lanjutnya.

“Hai Bram...”, tiba-tiba Sari muncul di hadapan kami. Dan dia langsung menatapku. Dan aku reflek memutar badan untuk meninggalkan mereka berdua.

“Eh Anggun, tunggu...”, kata Bram. Tapi aku tidak menghiraukannya. Aku tidak mau dianggap mendekati Bram, pacar Sari. Aku tidak mau Sari semakin membenciku. Biarlah Bram tidak tahu kalau sebenarnya aku menyukainya, kalau aku sering mengharapkan kehadirannya sampai sekarang.

--oOo--- --oOo--- --oOo--- ---oOo---

Keesokan harinya ketika aku sedang santai di teras aku melihat motor Bram memasuki halaman rumahku. Dia berdua dengan Sari. Dan aku semakin kaget ketika di belakang mereka ada motor yang mengikuti nya, yang ternyata itu Sheila.

“Hai..bengong aja..”, kata Sari. Ech..Sari menyapaku, dengan ramah pula. Nggak salah nich... atau jangan-jangan..

“Shei...maksudnya apa nich. Kok kamu bisa bersama mereka....?”, tanya ku bingung.

“Sebenarnya sich aku ingin menceritakannya padamu. Tapi kata Bram dan Sari jangan dulu. Tunggu sebentar lagi”, jawab Sheila.

“Dan sekarang saatnya Bram menceritakan semuanya kepadamu”, sahut Sari. “Oh iya, kita boleh kan masuk ke kamarmu sembari menunggu Bram berbicara padamu..?”, goda Sari lagi.

“Memangnya ada apa sich Bram? Kalian semua membuatku bingung”, tanyaku.

Keheningan sesaat mendera kami berdua. Bram tampak ragu untuk mengatakan sesuatu kepadaku. Dia seperti bingung memulai dari mana. Dan akupun bingung untuk bertanya apa.

“Bram..please..”, kataku akhirnya. Jemu juga menunggunya untuk bicara.

“Sebenarnya dari awal aku ingin mengatakannya padamu. Jujur, sejak awal aku melihatmu, aku tertarik padamu dan ingin mengenalmu lebih dalam”, terbata Bram menjelaskannya padaku.

“Apa Bram..?? Bisa diulangi lebih jelas?”, tanyaku.

“Anggun..”, lanjutnya sembari memperbaiki posisi duduknya. “Sebenarnya sejak kelas 1 aku sudah tertarik padamu. Bahkan sebelum ada Bagas di sampingmu. Aku ingin mengenalmu, aku ingin menjadi teman spesial di hatimu”, ungkap Bagas.

“Tapi kenapa selama ini kamu tidak berusaha untuk itu?”, tanyaku heran.

“Sari melarangku, dan katanya...”

“Sari..??? Kenapa dia harus melarangmu? Kenapa kamu turuti kemauannya ?. Memangnya ada apa dengan Sari Bram..? Dan kenapa harus Sari...? Kamu tahu kan Bram hubunganku dengan Sari bagaimana. Lalu jika kamu lebih memilih Sari kenapa kamu ajak dia kemari, kenapa Bram..?”, kataku penuh emosi. Lega rasanya aku bisa menumpahkan segala perasaanku. Sebentar kemudian aku sudah terisak di sebelah Bram. Biarlah...biar Bram tahu kalau aku sebenarnya menyukainya. Biarlah Bram mengetahui perasaanku walaupun terlambat.

“Please Anggun...dengarkan aku dulu. Aku belum selesai bicara. Kamu jangan marah ya...’, pinta Bram.

“Bram, aku tidak marah sama kamu. Aku cuma nggak ngerti aja. Kenapa kamu ke rumahku. Kenapa Sheila bisa bersama kalian. Serius Bram, aku tidak mengerti semua ini. Apa tujuanmu kemari pun aku tidak tahu”, ucapku setelah agak reda.

“Tapi kamu tahu kan kalau aku menyukaimu?”, tanya Bram.

“Maksudmu Bram..??”, tanyaku ragu. Bagaimanapun juga aku nggak mau disebut perebut pacar orang.

“Anggun, kamu tahu kan kalau aku dari dulu menyukaimu?kalau dari dulu aku perhatian sama kamu?”, terang Bram.

“Lalu Sari..?”, tanya ku bingung.

“Jadi kamu menerima cintaku? Anggun, benarkan kamu juga mencintaiku??”, tanya Bram.

“Bram..please, jawab pertanyaanku. Kalau toh aku memang menyukaimu, bagaimana dengan Sari?”, tuntutku.

“Memang kenapa sih dengan Sari? Kenapa kamu seperti takut dengan Sari?”, tanya Bram balik.

“Bram, aku nggak mau disebut sebagai perebut pacar orang. Apalagi perebut pacar sahabatnya sendiri. Tolong kamu mengerti dan pahami perasaanku”.

“Siapa sih yang kamu anggap merebut pacar orang? Kamu nggak merebut aku dari siapa-siapa kok”, terang Bram.

“Bukannya kamu dan Sari pacaran...?”, tanyaku.

“Hahhahhahhahahhahhahhaaaa......jadi bener selama ini kamu menganggapku pacaran dengan Sari ya. Wah, kalau gitu skenarionya Sari berhasil”, gelak Bram.

“Bram...????”, kataku bingung.

“Anggun sayaaang, Sari itu bukan pacarku. Dan nggak akan pernah jadi pacarku. Ini semua skenario Sari untuk melihat apakah kamu juga menyukaiku apa nggak”, terang Bram.

“Iya sayang...”, lanjutnya. “Sari itu yang mempunyai ide ini. Sebenarnya dia ingin meminta maaf sama kamu atas perlakuannya selama ini sama kamu. Atas semua yang dilakukannya kepadamu, kepada Bagas juga. Dia merasa bersalah selama ini. Tapi dia takut untuk berbicara sama kamu. Setelah aku tanya kepadanya apakah kamu sudah mempunyai pacar atau belum, dia menawarkan ide gila ini. Dia ingin membuatmu bahagia, dia ingin menebus kesalahannya kepadamu”.

“Tapi kenapa kamu menyukaiku..?? kenapa kamu lebih memilihku daripada Sari. Bram, aku rela kok kalau kamu jadian sama Sari. Aku rela Bram”, kataku.

“Tapi aku yang nggak rela kalau melihatmu bersama dengan cowok selain aku. Karena aku ingin hanya namaku yang menghiasi Diary mu, dan aku ingin hanya aku yang kau panggil “sayang”. Kamu mengerti kan?”, kata Bram romantis.

Nyesssssss....rasanya baru kali ini aku merasakan suasana yang seperti ini. Hatiku gembira.....bahagia. Tapi...masih ada yang mengganjal di hatiku. Jika aku menerima Bram..apa kata Sari nanti...??

“Bram...kenapa sih kamu tidak mencoba untuk menyayangi Sari? Aku pikir dia lebih cocok buatmu daripada aku”, tanyaku masih ragu.

“Anggun, tentunya aku menyayangi Sari. Tapi untuk menjadikannya sebagai seorang pacar itu tidak mungkin. Tidak akan pernah bisa”, jawab Bram.

“Memangnya kenapa Bram...??”, tanyaku masih bingung.

“Karena aku adalah sepupu Bram, Anggun. Susah banget sih kamu bicara itu Bram”, tinju Sari dan Sheila yang tiba-tiba muncul di hadapan kami.

“Haaahhh..?”, kataku kaget.

“Anggun, maafkan atas perlakuanku selama ini kepadamu ya. Selama ini aku salah sama kamu. Aku kangen dengan kamu, dengan persahabatan kita. Maafkan aku juga atas ide ini. Kamu mau kan memaafkan ku...?” Sari menggenggam tanganku.

“Hmmmm...sebenarnya aku sudah memaafkanmu sudah lama sekali Sari. Dan aku selalu menunggu kamu untuk memperbaiki persahabatan kita. Tapi.....aku marah juga atas ide kalian ini, karena sempat membuatku kehilangan Bram. Karena aku juga menyayangi Bram”, ucapku jujur.

“Jadi kamu mau menjadi pacarku, Anggun..?”, serobot Bram senang.

Aku hanya tersenyum malu. Dan aku bahagia melihat Bram senang atas jawabanku. Aku telah menemukan sahabatku kembali. Kulihat Sheila juga bahagia dengan semua ini. Dan yang lebih membahagiakanku karena telah ada Bram yang akan menemani di setiap langkahku.

“Tapi kalian janji ya membantuku dalam Lomba Mading minggu depan..... Terutama kamu Sari??”, ancamku.

“SIAP BOSSSS....”, jawab mereka kompak.

Dan aku bahagia mendengarnya. Tuhan...terima kasih atas semua ini. Kan kusambut hari-Mu dengan senyum.

Semangat,
-SeN-
081326500300