Jumat, 17 Februari 2012

menyakitkan

.....menyakitkan
ketika keberadaanmu...
(selama ini) ternyata hanya mengganggu saja..

-sen-
17-02-2012
4:25 pm

Senin, 16 Januari 2012

minggu ke-6

memasuki minggu ke-6,
masih...masih sama rasanya..tak hanya bahagia...tapi mual ini pun masih kurasa..nafsu makan meningkat, tapi berat badan segitu-gitu aja.nafsu makan meningkat, tapi darah semakin rendah saja..ealaah, sepertinya ada yg salah.

memasuki minggu ke-6,
semakin nyata perubahan, terutama dengan apa yg namanya "mood". ingin rasanya tak menyalahkan kehamilan ini. semua..mua dikaitkan "ya maklum, namanya aja bumil". hadudududu..kasian amat dedeknya. kalau ayahnya tau, pasti bakalan protes, enak aja anakku jadi kambing hitam, qiqiqiqiqiiqqi...

memasuki minggu ke-6
walaupun tidak seperti kehamilan pertama, walaupun tidak sekuat kehamilan pertama, walaupun tidak se-ndableg yang pertama. tapi...kehamilan ini kunanti, kehamilan ini membuatku berlatih lebih sabar, membuatku lebih berhati2, dan tentunya semakin membuatku menyadari bahwa aku tidak sesekseeeh sebelumnya...hahahhaa. perut mulai membuncit, pipi semakin tembem..

baik2 ya Nak di perut ibu, buat nyaman, jangan bandel...
iLoveU..

-sen-
17-01-2012
12:05

Rabu, 09 November 2011

Adalah Engkau....yang kurindu

"dinda..temanilah aku, di setiap detikku dengan doamu,bila...terpisahkan waktu,tetaplah disini..didalam hatiku.
Ya Rabbi, izinkanlah kami untuk terjaga selalu dijalan-Mu..dinda..doamu laksana pelepas dahaga di lelahnya jiwa"
"adalah engkau, dia yang kurindu, tuk menjadi bunga dihatiku, menjadi penyejuk kalbu diperjalananku...tibalah waktu, yg telah kurindu tuk selalu bersama denganmu"
romantisme seorang Abi kepada Umi nya.
so sweet..... :)
10-11-2011
09:08

Selasa, 08 November 2011

Sore Hari di Bawah Jendela


selembar angin bodoh melayang jatuh di atas kepala dan tergelincir dalam helaian rambutmu, dan kau mulai terkenang akan desir yang sama kala menapaki hamparan pasir basah sebuah pantai dimana kau dulu sering menghabiskan sore bersamanya, menghitung satu-dua cangkang kerang yang terlelap, atau saling berkejaran di sela-sela jemari ombak yang tak henti menggelitik telapak kaki, dan kau tersenyum geli hingga sama-sama rebah dan saling bertukar pandang, saling membiaskan sinar senja dengan senyuman. “kenangan itu telah dingin. kini aku arang yang hilang api”.

selembar angin bodoh itu pun terhuyung-huyung lalu ambruk di dadamu, hingga debar yang sama kembali terasa sebagaimana kau rasakan saat ricik air wudhu sedang mendesiskan namanya, saat lambaian daun-daun bambu pinggir kali menyerupai tangannya, saat pepohonan di malam hari menyembunyikan bayangnya, saat air mata yang menitik di pipi sebelum kau tidur membiaskan senyumnya, atau saat ... “jangan paksa aku bermimpi! kepada kenangan aku ingin kembali!”

ah, jangan marah begitu. si angin bodoh hanya sedang hilang arah, sebelum kau maki dia pasti sudah beranjak pergi.

by :